Rabb, aku malu menemui-Mu di bulan suci-Mu
Janji-janjiku pada-Mu Ramadhan lalu belum sempat kutunaikan
Sementara Ramadhan tahun ini sudah menjelang
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu tahun ini
Beban dosa dan khilaf di pundak terasa amat berat
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu tahun ini
Hati, tangan, kaki, dan tubuhku berlumur kesalahan
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Tanggungan kewajibanku menggunung dan belum tersampaikan
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Hak-hak sesama masih teramat banyak belum kutuntaskan
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Belum sempat kuamalkan pesan-pesan-Mu di Ramadhan lalu
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku bahkan belum menamatkan suratan firman-Mu di Kitab Suci-Mu
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku selalu mengeluh karena sedikit saja kerikil di jalanku
Padahal tak terhingga nikmat-Mu padaku
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku masih saja merasa kurang beruntung dengan rezki yang ada
Padahal tak terhitung limpahan karunia-Mu padaku
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering merasa belum puas dengan ketersediaan sandang di lemari pakaian
Padahal di luar sana sungguh banyak saudaraku bahkan nyaris telanjang
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering merasa kurang aman dengan ketersediaan pangan di periuk
Padahal di luar sana banyak sekali saudaraku mengais rezki di onggokan sampah
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku kerap merasa kurang puas dengan papan yang kumiliki
Padahal di luar sana amat banyak saudaraku hanya berumahkan kardus bekas
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering merasa puas hanya dengan memberi recehan pada saudaraku yang terpaksa mengemis
Padahal tidak akan jatuh miskin hanya karena memberi lebih banyak lagi
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering memasang muka tak bersahabat saat memberi sedikit makan pada saudaraku yang lapar
Padahal rezki tak bakal berkurang barang sedikit dengan memberi sepiring nasi sambil memasang muka ramah
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku acap memandang rendah makhluk-Mu selainku, padahal kutahu di depan-Mu semua setara sederajat
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku kerap berharap pada selain-Mu, padahal aku tahu hanya Engkau tempat menggantungkan segala asa
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering memuja selain-Mu, padahal aku tahu kesempurnaan hanya milik-Mu
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering bersandar pada selain-Mu, padahal kutahu selain Engkau lemah belaka
Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu
Aku sering melanggar keinginan-Mu padahal kutahu Engkau selalu mengawasiku
Aku malu, tapi pesona Ramadhan-Mu teramat kuat untuk kuabaikan
Maka, dengan segala maluku, sampaikan aku pada Ramadhan-Mu..