Berpikir positif, bersikap & bertindak bijak

Husain

Husain bin Ali memilih tinggal di Mekkah, ia menolak baiat kepada Yazid bin Mu’awiyah. Namun terjadi kontak cukup intensif antara Husain dengan para pengikut Ahli Bait di Kufah (Irak). Mayoritas penduduk Kufah saat itu pengikut Ahli Bait. Mereka mendukung Husain. Merekalah yang memulai mengudang Husain datang ke Kufah untuk menjadi imam mereka.

Read the rest of this entry »

Abstrak

Ilmu asbâb al-nuzûl menunjukkan pentingnya pembacaan teks yang berkesadaran historis. Bahwa yang kita baca bukan melulu teks secara lahiriah, melainkan banyak hal yang mengelilingi teks. Yang kita baca adalah hakikat realitas bukan bentuk formalnya, hakikat manusia bukan wujud luarnya, kesejatian bukan sesuatu yang artifisial. Sedemikian pentingnya pengetahuan tentang asbâb al-nuzûl sehingga dapat dimengerti jika para ulama terpercaya melarang siapa pun menafsirkan al-Qur`an jika buta tentang asbâb al-nuzûl. Tidak mungkin mengetahui tafsir al-Qur`an tanpa pengetahuan tentang kisah-kisahnya dan penjelasan-penjelasan lain menyangkut proses nuzûl-nya. Read the rest of this entry »

Pendahuluan

Al-Qur`an memuat lebih dari enam ribu ayat yang diturunkan secara bertahap, ayat demi ayat, dalam kurun waktu sekitar dua puluh tiga tahun. Ayat-ayat tersebut dihimpun dalam surah. Untuk alasan tertentu, urutan surah-surah al-Qur`an secara umum disusun berdasar panjang-pendeknya, bukan kronologinya. Meski al-Qur`an tidak disusun secara kronologis, tidak berarti kaum Muslim generasi awal tidak tertarik pada sejarah wahyu. Sekurangnya ada dua alasan yang saling terkait mengapa mereka ingin memahami sejarah wahyu. Pertama, keinginan untuk memelihara dan menggali informasi tentang Nabi Saw. sebagai penerima wahyu. Dengan suka-cita mereka menyambut informasi semacam itu, menganggapnya bagai relik yang mengaitkan mereka kepada sosok Nabi Saw. Kedua, konteks sejarah pewahyuan al-Qur`an seringkali menjadi kunci untuk memahami maknanya. Banyak ayat merujuk pada sosok dan kelompok tertentu, seperti kaum Anshâr (9: 117), Abû Lahab (surah al-Lahab), atau tempat tertentu seperti Hunain (9: 25), masjid al-Aqsha (17:1), dan lainnya. Tentu saja orang yang tidak mengenal nama-nama itu akan berusaha mengetahui makna dan kaitannya dengan kisah-kisah yang dituturkan dalam al-Qur`an.[1]  Read the rest of this entry »

Perlu penelusuran ulang terhadap sumber-sumber klasik tentang berapa sebenarnya usia ‘Â`isyah saat menikah dengan Nabi Saw. Boleh jadi kita menemukan sumber yang dapat menjadikan kebanggaan kita akan panutan kita, Nabi Muhammad Saw., semakin terkuatkan dengan ditemukannya data bahwa beliau menikah dengan ‘Â`isyah di usia remaja yang cukup matang, bukan di usia anak-anak “ingusan” berumur 7 atau 9 tahun. Ada beberapa langkah dalam penelusuran-ulang sumber-sumber klasik itu: Read the rest of this entry »

Surah ini ibarat taman Qur`ani, hati kita menyelami keindahannya sekurangnya setiap kali shalat. Surah ini mempunyai beberapa nama, di antaranya fâtihah al-kitâb (pembuka al-Kitab), sab’ al-matsânî (tujuh ayat yang sering diulang), umm al-kitâb (induk al-Kitab), dan umm al-Qur`ân (induk al-Qur`an). Nama-nama lainnya adalah al-shalâh (shalat),[1] al-hamd karena di dalamnya disebut kata al-hamd, al-syifâ`,[2] al-ruqyah,[3] al-wâfiyah,[4] dan al-kâfiyah.[5] Demikian, al-Fatihah memiliki banyak nama, sifat dan julukan. Sebenarnya masih banyak nama, sifat dan julukan lainnya untuk surah al-Fâtihah. Yang jelas, banyaknya nama menunjukkan kemuliaan sesuatu yang dinamai (katsrah al-asmâ` tadull ‘alâ syarf al-musammâ). Read the rest of this entry »

Pengalaman saya dalam hal tulis-menulis bermula pada tahun 90-an. Tepatnya pada rentang 1992-1996, sewaktu kuliah di Mesir. Mahasiswa Indonesia di Mesir hampir semuanya kuliah di Al-Azhar. Sedikit sekali yang kuliah di universitas selain Al-Azhar. Zaman saya kuliah dulu, dan sepertinya hingga kini, seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir diikat oleh organisasi induk bernama Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI). Di luar organisasi induk, banyak organisasi lainnya dengan ragam corak dan haluannya. Ada organisasi bercorak kedaerahan, almamater, tahun angkatan kedatangan ke Mesir, rumpun keilmuan, dan lain semacamnya. Read the rest of this entry »

Untuk Para Perindu Khilafah

Salah satu kebijakan penting Sayyidina Umar adalah mewajibkan para pemuka sahabat untuk menetap di Madinah. Kepada mereka beliau menjelaskan, “Aku ingin selalu berada di dekat kalian dan senantiasa meminta pertimbangan kalian.” Alasan sebenarnya adalah kekhawatiran beliau para sahabat akan dilihat dengan kedengkian. Beliau juga khawatir para sahabat cemburu melihat kekayaan orang-orang di luar Madinah. Di Madinah para sahabat itu digaji oleh Umar dalam jumlah tertentu lagi terbatas. Beliau menuntut mereka mencukupkan diri dengan gaji yang sedikit. Semua tahu, Umar sendiri hidup sederhana. Mereka menerima seruan Umar karena mereka tahu siapa beliau. Read the rest of this entry »

Tag Cloud