Berpikir positif, bersikap & bertindak bijak

Pendahuluan

Al-Qur’an merupakan sumber tasyri’ dan hukum yang menuntut kaum muslimin untuk mengetahui, mendalami dan mengamalkan segala isinya. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang halal-haram, perintah dan larangan, etika dan akhlak, dan lainnya, yang kesemuanya itu harus dipedomani oleh mereka yang mengaku menjadikan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya. Keharusan itu dapat dipahami, karena memegang-teguh ajaran Al-Qur’an merupakan sumber kebahagiaan, petunjuk dan kemenangan di sisi Tuhan berupa surga yang penuh kenikmatan. Read the rest of this entry »

Tidak penting berapa lama Maryam mengandung Isa; enam, tujuh, atau delapan bulan, bahkan ada yang bilang hanya sesaat. Juga tidak penting di mana persisnya ia lahir; di Betlehem atau Damaskus. Nyatanya Isa benar-benar lahir. Yang jelas pula orang-orang waktu itu menyambut kelahiran Isa dengan cemoohan terhadap Sang Ibu. Mereka menuduh Sang Ibu telah berbuat keji. Ajaibnya, Isa bayi-mungil yang masih menyusu itu angkat bicara menampik tuduhan mereka seraya menegaskan kesucian ibunya.   Read the rest of this entry »

Husain

Husain bin Ali memilih tinggal di Mekkah, ia menolak baiat kepada Yazid bin Mu’awiyah. Namun terjadi kontak cukup intensif antara Husain dengan para pengikut Ahli Bait di Kufah (Irak). Mayoritas penduduk Kufah saat itu pengikut Ahli Bait. Mereka mendukung Husain. Merekalah yang memulai mengudang Husain datang ke Kufah untuk menjadi imam mereka.

Read the rest of this entry »

Abstrak

Ilmu asbâb al-nuzûl menunjukkan pentingnya pembacaan teks yang berkesadaran historis. Bahwa yang kita baca bukan melulu teks secara lahiriah, melainkan banyak hal yang mengelilingi teks. Yang kita baca adalah hakikat realitas bukan bentuk formalnya, hakikat manusia bukan wujud luarnya, kesejatian bukan sesuatu yang artifisial. Sedemikian pentingnya pengetahuan tentang asbâb al-nuzûl sehingga dapat dimengerti jika para ulama terpercaya melarang siapa pun menafsirkan al-Qur`an jika buta tentang asbâb al-nuzûl. Tidak mungkin mengetahui tafsir al-Qur`an tanpa pengetahuan tentang kisah-kisahnya dan penjelasan-penjelasan lain menyangkut proses nuzûl-nya. Read the rest of this entry »

Pendahuluan

Al-Qur`an memuat lebih dari enam ribu ayat yang diturunkan secara bertahap, ayat demi ayat, dalam kurun waktu sekitar dua puluh tiga tahun. Ayat-ayat tersebut dihimpun dalam surah. Untuk alasan tertentu, urutan surah-surah al-Qur`an secara umum disusun berdasar panjang-pendeknya, bukan kronologinya. Meski al-Qur`an tidak disusun secara kronologis, tidak berarti kaum Muslim generasi awal tidak tertarik pada sejarah wahyu. Sekurangnya ada dua alasan yang saling terkait mengapa mereka ingin memahami sejarah wahyu. Pertama, keinginan untuk memelihara dan menggali informasi tentang Nabi Saw. sebagai penerima wahyu. Dengan suka-cita mereka menyambut informasi semacam itu, menganggapnya bagai relik yang mengaitkan mereka kepada sosok Nabi Saw. Kedua, konteks sejarah pewahyuan al-Qur`an seringkali menjadi kunci untuk memahami maknanya. Banyak ayat merujuk pada sosok dan kelompok tertentu, seperti kaum Anshâr (9: 117), Abû Lahab (surah al-Lahab), atau tempat tertentu seperti Hunain (9: 25), masjid al-Aqsha (17:1), dan lainnya. Tentu saja orang yang tidak mengenal nama-nama itu akan berusaha mengetahui makna dan kaitannya dengan kisah-kisah yang dituturkan dalam al-Qur`an.[1]  Read the rest of this entry »

Perlu penelusuran ulang terhadap sumber-sumber klasik tentang berapa sebenarnya usia ‘Â`isyah saat menikah dengan Nabi Saw. Boleh jadi kita menemukan sumber yang dapat menjadikan kebanggaan kita akan panutan kita, Nabi Muhammad Saw., semakin terkuatkan dengan ditemukannya data bahwa beliau menikah dengan ‘Â`isyah di usia remaja yang cukup matang, bukan di usia anak-anak “ingusan” berumur 7 atau 9 tahun. Ada beberapa langkah dalam penelusuran-ulang sumber-sumber klasik itu: Read the rest of this entry »

Surah ini ibarat taman Qur`ani, hati kita menyelami keindahannya sekurangnya setiap kali shalat. Surah ini mempunyai beberapa nama, di antaranya fâtihah al-kitâb (pembuka al-Kitab), sab’ al-matsânî (tujuh ayat yang sering diulang), umm al-kitâb (induk al-Kitab), dan umm al-Qur`ân (induk al-Qur`an). Nama-nama lainnya adalah al-shalâh (shalat),[1] al-hamd karena di dalamnya disebut kata al-hamd, al-syifâ`,[2] al-ruqyah,[3] al-wâfiyah,[4] dan al-kâfiyah.[5] Demikian, al-Fatihah memiliki banyak nama, sifat dan julukan. Sebenarnya masih banyak nama, sifat dan julukan lainnya untuk surah al-Fâtihah. Yang jelas, banyaknya nama menunjukkan kemuliaan sesuatu yang dinamai (katsrah al-asmâ` tadull ‘alâ syarf al-musammâ). Read the rest of this entry »

Tag Cloud