Berpikir positif, bersikap & bertindak bijak

Aku Malu…

Rabb, aku malu menemui-Mu di bulan suci-Mu

Janji-janjiku pada-Mu Ramadhan lalu belum sempat kutunaikan

Sementara Ramadhan tahun ini sudah menjelang

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu tahun ini

Beban dosa dan khilaf di pundak terasa amat berat

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu tahun ini

Hati, tangan, kaki, dan tubuhku berlumur kesalahan

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Tanggungan kewajibanku menggunung dan belum tersampaikan

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Hak-hak sesama masih teramat banyak belum kutuntaskan

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Belum sempat kuamalkan pesan-pesan-Mu di Ramadhan lalu

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku bahkan belum menamatkan suratan firman-Mu di Kitab Suci-Mu

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku selalu mengeluh karena sedikit saja kerikil di jalanku

Padahal tak terhingga nikmat-Mu padaku

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku masih saja merasa kurang beruntung dengan rezki yang ada

Padahal tak terhitung limpahan karunia-Mu padaku

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering merasa belum puas dengan ketersediaan sandang di lemari pakaian

Padahal di luar sana sungguh banyak saudaraku bahkan nyaris telanjang

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering merasa kurang aman dengan ketersediaan pangan di periuk

Padahal di luar sana banyak sekali saudaraku mengais rezki di onggokan sampah

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku kerap merasa kurang puas dengan papan yang kumiliki

Padahal di luar sana amat banyak saudaraku hanya berumahkan kardus bekas

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering merasa puas hanya dengan memberi recehan pada saudaraku yang terpaksa mengemis

Padahal tidak akan jatuh miskin hanya karena memberi lebih banyak lagi

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering memasang muka tak bersahabat saat memberi  sedikit makan pada saudaraku yang lapar

Padahal rezki tak bakal berkurang barang sedikit dengan memberi sepiring nasi sambil memasang muka ramah

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku acap memandang rendah makhluk-Mu selainku, padahal kutahu di depan-Mu semua setara sederajat

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku kerap berharap pada selain-Mu, padahal aku tahu hanya Engkau tempat menggantungkan segala asa

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering memuja selain-Mu, padahal aku tahu kesempurnaan hanya milik-Mu

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering bersandar pada selain-Mu, padahal kutahu selain Engkau lemah belaka

Aku malu menemui-Mu di Ramadhan-Mu

Aku sering melanggar keinginan-Mu padahal kutahu Engkau selalu mengawasiku

Aku malu, tapi pesona Ramadhan-Mu teramat kuat untuk kuabaikan

Maka, dengan segala maluku, sampaikan aku pada Ramadhan-Mu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: