Berpikir positif, bersikap & bertindak bijak

Archive for the ‘Seri Iman’ Category

Iman dan Kebahagiaan

Kebahagiaan didamba setiap orang. Tidak ada orang yang tidak ingin hidupnya bahagia. Semua berusaha keras agar hidupnya bahagia. Tetapi apa sesungguhnya sumber kebahagiaan itu? Jawaban atas pertanyaan ini ternyata sangat beragam. Ada orang yang melihatnya pada tumpukan harta yang melimpah. Orang yang mengukur kebahagiaan dari harta benda akan berusaha keras mengejar dan mencari harta sebanyak-banyaknya. Mereka mengira kebahagiaan terletak pada kekayaan, kesenangan hidup, kelimpahan harta dan tercukupinya segala kebutuhan materi. Apakah ketika harta telah melimpah, kebahagiaan hidup akan mereka raih? (more…)

Iman dan Ketegaran dalam Kesulitan

Rasulullah Saw. bersabda:
Mengagumkan urusan si Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah kebaikan baginya. Itu semua bukan untuk siapa pun kecuali bagi si Mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika tertimpa kesempitan, ia bersabar maka itu menjadi kebaikan baginya” (HR Muslim). (more…)

Iman dan Kasih Sayang

Hakikat manusia bukan hanya pada kulit muka yang terbuat dari tanah, yakni daging, darah dan tulang, tetapi lebih pada kelembutan Rabani yang dengannya manusia merasa, beremosi, bereaksi, merasa sakit, dan mengasihi, yaitu hati yang peka. Di antara sifat Mukmin yang paling menonjol adalah bahwa ia memiliki hati yang peka, halus, lembut, dan penuh kasih. Dengan hati seperti inilah, seorang Mukmin menyikapi semua kejadian dan setiap orang. Orang lemah ia sayangi, kepada orang sakit ia berempati, orang miskin ia santuni, dan orang tak punya ia bantu. Dengan hatinya yang peka dan penuh kasih, tak pernah ia menyakiti dan jauh dari berbuat onar. Dengan hatinya yang peka dan penuh kasih, ia menjadi sumber kebaikan, kebajikan dan kedamaian bagi apa saja dan siapa saja yang ada di sekitarnya. (more…)

Iman dan Harapan

Bagi orang beriman, harapan merupakan salah satu sumber rasa aman dan ketenangan. Harapan adalah cahaya saat kehidupan terasa gelap. Dengan harapan, pohon kehidupan tumbuh. Harapan adalah kekuatan yang mendorong seseorang bangkit bekerja. Harapan membangkitkan semangat juang dan etos kerja pada jiwa dan raga. Harapan mengusir kemalasan dan menggantinya dengan semangat kerja. Harapan menyadarkan orang putus asa untuk bangkit dan kembali berusaha sampai berhasil. Harapan mendorong orang sukses untuk meningkatkan usahanya sehingga kesuksesannya terus bertambah. (more…)

Iman dan Cinta

Nabi Saw. bersabda: ”Demi Zat Yang jiwaku di Tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai” (HR Muslim).

Cinta mengandung makna yang lebih khusus dan dalam dari ridha (rela). Boleh jadi seseorang rela dengan sesuatu, tapi kerelaannya ini tidak sampai membawanya mencintai sesuatu itu. Urusan cinta lain dari urusan rela. Cinta adalah ruh wujud, obat hati yang mujarab, dan kunci kedamaian manusia. Jika gravitasi sanggup menahan bumi, planet-planet dan benda-benda angkasa lainnya dari saling berbenturan sehingga benda-benda itu tidak berjatuhan, terbakar dan hancur, maka cinta mampu menjaga hubungan-hubungan antar manusia dari benturan, bentrokan dan pertumpahan darah. (more…)

Iman, Perjuangan dan Pengorbanan

Jika manusia membiarkan egoisme menguasai dirinya, mengendalikan perilakunya, dan mengarahkan sikapnya dalam berhubungan dengan sesamanya, maka kita tidak akan menemukan selain manusia yang rakus dan kikir, hanya ingin mengambil keuntungan, tidak pernah terpikir untuk memberi keuntungan, hanya mengambil tidak pernah memberi, hanya menginginkan keuntungan tapi tidak mau bekerja, hanya bisa berkata: “Ini milikku…untukku”, dan tidak pernah berkata: “Ini beban tanggunganku…”. Manusia yang akan kita temukan hanya manusia-manusia yang pintar berkata: “Diriku….diriku”, tak pernah berucap: “Umatku…umatku.” (more…)

Iman dan Akhlak

Muhammad ’Abdullah Darâz berkata:

Kehidupan bermasyarakat tidak akan tegak tanpa kerja sama antar anggotanya. Kerja sama ini hanya dapat terjadi jika ada undang-undang yang mengatur hubungan-hubungan antar anggota masyarakat serta membatasi hak-hak dan kewajibannya. Tapi undang-undang ini tetap memerlukan sebuah kekuatan yang memiliki kewibawaan dan supremasi dalam jiwa manusia serta menjamin terjaganya.

Kami tegaskan bahwa di muka bumi ini tidak ada kekuatan yang setara atau mendekati kekuatan agama dalam menjamin tegaknya hukum, keharmonisan antar anggota masyarakat, ketaatan pada aturan-aturannya, serta terciptanya ketenteraman dan kedamaian di dalamnya. (more…)

Tag Cloud